Persib adalah cinta yang tak bisa dijelaskan
Ia tidak lahir dari satu kemenangan, tidak pula padam oleh satu kekalahan.
Ia tumbuh dari getar tribun, dari nyanyian tanpa henti, dari warna biru yang seolah menyatu dengan denyut jantung.
Mencintai Persib bukan soal logika—kadang melelahkan, sering berdebar, namun selalu dirindukan.
Ada harap, ada luka, ada tawa, ada air mata, semuanya bercampur jadi satu perasaan yang sulit diterjemahkan.
Pada akhirnya, Persib adalah cinta yang hanya bisa dirasakan.
Cinta yang mengikat bukan karena alasan, tetapi karena panggilan jiwa.”
Komentar
Posting Komentar