Mencintai Dalam Diam
Ada perasaan yang tak pernah benar-benar terucap, namun tetap hidup di antara jeda napas dan detak waktu. Itulah cinta yang kusimpan diam-diam—bukan karena takut, bukan pula karena ragu, tetapi karena aku ingin menjaganya tetap utuh, tanpa menuntut apa pun darimu.
Mencintaimu dalam diam adalah caraku menghargai takdir. Aku tahu, tidak semua yang dirasa harus dimiliki, dan tidak semua yang indah harus digenggam erat. Terkadang, membiarkan sesuatu tetap pada tempatnya justru menjadi bentuk cinta paling tulus yang bisa kuberikan.
Aku menyukai caramu tersenyum, caramu bercerita, caramu hadir tanpa pernah kau sadari betapa itu berarti. Namun aku memilih menyimpan semuanya, karena aku tahu, hidupmu tak boleh terbebani oleh rasa yang tak kau minta.
Maka biarlah aku mencintaimu dari kejauhan—tanpa suara, tanpa tekanan, tanpa harapan yang membelenggu. Cukup bagiku untuk melihatmu bahagia, meski bukan aku alasannya. Cinta dalam diam memang terasa sunyi, tapi di balik sunyinya ada ketulusan yang tak pernah ku sesali.
Dan jika suatu hari semesta berbaik hati mempertemukan kita dalam waktu yang tepat, mungkin aku akan memberanikan diri untuk berkata. Namun jika tidak, aku tetap bersyukur pernah merasakan getar yang tak pernah berpulang ini—sebuah cinta yang tumbuh dengan tenang, dalam diam, namun tetap nyata.
Komentar
Posting Komentar